Batu Peridot – Asal, Jenis, dan Perawatannya

Batu Peridot Gambar 01Artikel dibawah ini membahas tentang asal, jenis, dan perawatan batu Peridot. Jika Anda ingin mengetahui kisaran harga batu ini, Anda bisa melihatnya disini: Harga Batu Peridot

Batu Peridot adalah batu permata berkualitas dari jenis Olivine. Batu ini termasuk ke dalam kelompok mineral Forsterite-Fayalite. Peridot adalah batu permata Idiochromatic, yang artinya warnanya berasal dari komposisi kimia dari mineral itu sendiri, bukan karena unsur atau zat lain. Oleh karena itu, Peridot hanya memiliki warna hijau saja. Bahkan, Peridot merupakan salah satu batu permata yang hanya memiliki satu warna saja, meskipun warna hijaunya bisa bervariasi mulai dari yang muda kekuningan sampai yang tua hijau kecoklatan.

Nama “Peridot” berasal dari kata Arab untuk permata, “faridat”. Terkadang juga disebut sebagai “The Poor Man’s Emerald”, batu Zamrud-nya orang miskin. Atau “Chrysolite”, sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani. Batu ini adalah salah satu batu permata tertua, yang secara historis tercatat sudah ada sejak 1500 tahun sebelum Masehi. Secara historis, pulau vulkanik Zabargad (St John) di Laut Merah, di sebelah timur Mesir, memiliki deposit yang paling penting yang telah dieksploitasi selama lebih dari 3500 tahun. Saat ini, kualitas batu mulia Peridot yang terbaik adalah yang berasal dari Mogok di Burma, meskipun batu Peridot Pakistan juga bisa bersaing. Ada beberapa deposit penting lainnya yang juga ditemukan di Arizona, China dan Vietnam. Peridot juga telah ditemukan pada batu meteor yang jatuh dan juga telah ditemukan di Mars dan bulan dalam bentuk Olivine.

Batu Peridot Gambar 02

Cara Mengidentifikasi dan Mengenali Batu Peridot:

Batu akik Peridot asli memiliki rumus kimia (Mg, Fe)2SiO4. Batu Peridot adalah batu permata transparan dari jenis Olivine. Olivine sendiri sebenarnya bukan tergolong mineral, tetapi komposisinya yang terdiri dari dua mineral, Fayalite dan Forsterite. Fayalite merupakan Olivine yang kaya akan besi, sedangkan Forsterite kaya akan magnesium. Meskipun besi adalah zat pewarna Peridot, secara teknis lebih dekat dengan Forsterite daripada Fayalite jika dilihat dari komposisi kimianya.

Secara kimia, batu Peridot adalah silikat magnesium besi dan intensitas warnanya tergantung pada jumlah zat besi yang dikandungnya. Mungkin ada juga jejak nikel dan kromium. Peridot tidak terlalu keras dan tidak terlalu sensitif terhadap asam. Pada kesempatan yang sangat langka, Peridot juga bisa membentuk efek Chatoyancy atau mata kucing (Asterism) dalam bentuk bintang empat. Peridot biasanya juga salah dikenali sebagai batu permata jenis lainnya, terutama yang berwarna hijau, tetapi pembiasan gandanya yang kuat membuatnya bisa dibedakan dengan permata lainnya.

Batu Peridot adalah salah satu batu permata yang hanya memiliki satu warna. Kedalaman warna hijaunya tergantung pada tingkat kandungan zat besinya. Nada warna hijau pada Peridot bisa bervariasi mulai dari kuning-hijau dan kuning langsat sampai hijau kecoklatan dan terlihat cantik di bawah sinar matahari. Warna hijaunya yang hidup tidak berubah di bawah sorotan cahaya buatan (seperti lampu atau senter). Warna Peridot yang terbaik adalah yang memiliki persentase besi kurang dari 15% dan biasanya memiliki jejak elemen nikel dan kromium, yang berkontribusi terhadap warnanya. Batu Peridot berwarna hijau tua dan intens adalah yang paling dicari dan yang paling mahal.

Batu Peridot memiliki transparansi yang sangat baik. Yang bening jernih ketika dipandang mata cukuplah banyak. Batu yang lebih besar mungkin terlihat sedikit seperti berawan karena adanya inklusi. Ketika dipotong dan dipoles, batu Peridot memiliki kemilau yang menarik, seperti berminyak dan seperti kaca.

Batu Peridot biasanya tidak melalui proses treatment apapun. Namun, telah ditemukan ada batu Peridot yang dilapisi dengan material seperti logam untuk meningkatkan stabilitasnya, dan beberapa batu Peridot dengan warna pucat mungkin juga dilapisi dengan foil hijau untuk meningkatkan warnanya. Batu Peridot imitasi juga ada, biasanya dari Spinel yang disintesis atau batu Safir (Sapphire).

Nama lain batu Peridot kadang-kadang juga disebut sebagai “Chrysolite”, nama yang dalam sejarah sering digunakan untuk merujuk pada beberapa batu permata berwarna hijau sampai kuning-hijau. Bentuk-bentuk lain dari “Chrysolite” antara lain: Chrysoberyl, Zircon, Tourmaline, Topaz dan Apatite.

Batu Peridot Gambar 03

Lokasi Penambangan Batu Peridot:

Kebanyakan batu permata terbentuk di dalam kerak bumi, tetapi batu Peridot terbentuk jauh lebih dalam di wilayah mantel bumi. Kristal Peridot terbentuk di magma pada mantel bumi atas dan dibawa ke permukaan oleh aktivitas tektonik atau vulkanik di mana mereka ditemukan dalam batuan beku ekstrusif. Dalam sejarahnya, pulau vulkanik Zabargad (St John) di Laut Merah adalah lokasi deposit yang paling penting. Telah dimanfaatkan selama 3500 tahun sebelum kemudian ditinggalkan selama berabad-abad; kemudian, ditemukan kembali sekitar tahun 1900 dan telah banyak dimanfaatkan sejak saat itu.

Saat ini, deposit batu Peridot ditemukan di Pakistan (di wilayah Kashmir dan wilayah perbatasan Pakistan-Afghanistan). Batu yang indah juga ditemukan di Myanmar (Burma) dan Vietnam. Deposit lainnya juga ditemukan di Australia (Queensland), Brazil (Minas Gerais), China, Kenya, Mexico, Norway (sebelah utara Bergen), South Africa, Sri Lanka, Tanzania dan United States (Arizona dan Hawaii). Baru-baru ini, China telah menjadi penghasil terbesar batu Peridot.

Penggunaannya Sebagai Perhiasan:

Batu Peridot adalah batu permata yang sangat cocok untuk perhiasan. Batu ini memiliki tingkat kekerasan dan daya tahan yang baik, menjadikannya cocok untuk hampir semua jenis model perhiasan. Warnanya yang menarik dan terjangkaunya harga Peridot asli membuatnya sangat diminati dan populer di kalangan desainer maupun pengguna perhiasan, terutama di China, karena banyaknya deposit batu Peridot yang sedang ditambang di sana.

Karena jumlahnya yang melimpah, batu permata Peridot asli bisa dijumpai dalam berbagai bentuk yang menarik, ukuran yang sudah dikalibrasi dan dipasang-pasangkan. Membuatnya ideal untuk anting-anting dan desain-desain perhiasan lain yang membutuhkan ukuran yang tepat. Tingkat kekerasan batu Peridot sebanding dengan Quartz, sehingga juga bisa digunakan pada desain cincin sehari-hari dengan baik.

Perawatan Batu Peridot:

Batu Peridot asli relatif keras dan tahan lama. Tapi juga jauh lebih lunak daripada batu permata lainnya, sehingga perawatan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah terjadinya kerusakan. Batu ini memiliki kerapuhan, bisa pecah-meletup di bawah tekanan yang kuat, jadi hindari pengaturan yang mengekspos permata dengan tekanan yang tinggi. Hindari juga perubahan suhu dan iklim yang ekstrim.

Batu Green Peridot bisa dengan mudah dibersihkan dengan menggunakan air yang hangat, sabun, serta kain yang lembut. Pastikan untuk membilas batu dengan bersih untuk menghilangkan sisa-sisa residu sabun. Jangan menggunakan pembersih ultrasonik atau pembersih uap (Steam Cleaner).

Selalu lepas batu permata atau perhiasan sebelum berolahraga atau ketika melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat. Ketika menyimpan batu Peridot hijau, simpan secara terpisah dan berjauhan dari batu permata dan perhiasan lainnya untuk menghindari terjadinya gesekan. Jika memungkinkan, simpan dengan cara membungkusnya dengan kain yang lembut, dan letakkan di dalam kotak perhiasan yang berlapis kain untuk perlindungan ekstra.

Privacy - Contact - GIA (Gemological Institute of America)
Kami tidak menerima jual/beli batu permata, kami hanya menyediakan referensi kisaran harga saja
© 2015-2016 HargaBatu.com - Daftar Harga Aneka Macam Jenis Batu Mulia/Permata/Akik (Gemstones) (2,835 item + 83 artikel)