Batu Zircon (Yakut) – Asal, Jenis, dan Perawatannya

Gambar Batu Zircon (Yakut) 01Artikel dibawah ini membahas tentang asal, jenis, dan perawatan batu Zircon (Yakut). Jika Anda ingin mengetahui kisaran harga batu ini, Anda bisa melihatnya disini: Harga Batu Zircon (Yakut)

Batu Zircon (di Indonesia juga disebut dengan nama “batu Yakut”, nama yang juga digunakan untuk menyebutkan Yellow Sapphire atau batu Safir yang berwarna kuning, entah mana yang benar, lebih baik menggunakan nama internasionalnya atau nama mineralnya yaitu Zircon) bukanlah batu permata yang begitu dikenal, tetapi batu ini adalah salah satu dari batu permata yang paling penting saat ini. Banyak orang yang bingung antara Zircon dengan Cubic Zirconia (Diamond atau Berlian tiruan). Padahal keduanya jelas berbeda. Cubic Zirconia adalah bahan sintetis buatan laboratorium, sementara Zircon adalah batu permata alami dengan komposisi kimia yang sangat berbeda. Namun, sebelum adanya Berlian (Diamond) imitasi seperti Cubic Zirconia dan Moissanite, Zircon yang berwarna putih merupakan salah satu pengganti Berlian (Diamond) yang paling populer, karena dispersi dan indeks biasnya yang tinggi, dan sering dipasarkan dengan nama dagang yang menyesatkan “Matura Diamond”. Zircon juga sangat padat dan menunjukkan pembiasan ganda yang sangat jelas, sehingga sering terlihat kabur atau menampilkan penggandaan facet.

Batu Zircon memiliki rentang warna yang luas. Yang paling populer saat ini adalah yang berwarna biru (Blue Zircon), biasanya memiliki fenomena Pleochroism (yaitu warnanya terlihat berbeda ketika diamati dari sudut yang berbeda, terutama dengan cahaya terpolarisasi) yang berwarna hijau. Zircon yang berwarna biru sebenarnya diproduksi melalui proses treatment dengan memanaskan Zircon yang berwarna coklat. Namun, hanya beberapa saja dari Zircon coklat yang memiliki struktur fisik yang bisa membiru ketika dipanaskan, biasanya batu yang berasal dari Asia Tenggara. Karena itulah kebanyakan Zircon biru berasal dari Cambodia atau Burma.

Zircon adalah mineral yang sangat penting, hingga menyebabkan munculnya disiplin ilmu “Zirconology” dalam gemologi. Zircon adalah mineral yang tertua di Bumi, dengan sampel yang ditemukan di Australia yang berusia lebih dari 4,4 miliar tahun. Para ilmuwan menemukan bahwa batu Zircon sebenarnya mengandung elemen radioaktif Uranium dan Thorium. Uranium dan Thorium-lah yang menyebabkan variasi yang luar biasa pada sifat fisik batu Zircon. Seiring waktu, radioaktivitas memecah struktur kristal sehingga struktur batu cenderung mendekati amorphous (tidak ada bentuk yang jelas). Meskipun mengandung radioaktif, batu ini tidak menjadi ancaman bagi kesehatan.

Batu Zircon biasanya diklasifikasikan menjadi Low, Medium, dan High, mengacu pada sifat optiknya. Zircon yang Low atau rendah memiliki jejak radioaktif Uranium dan Thorium yang tinggi, yang menyebabkan perubahan pada struktur fisiknya (tapi tetap sama tampilannya dengan yang Medium atau High), dan warnanya hijau sampai kecoklatan. Batu Zircon berwarna hijau sangat langka dan jarang terlihat dalam perdagangan permata dan sangat dicari oleh kolektor.

Gambar Batu Zircon (Yakut) 02

Cara Mengidentifikasi dan Mengenali Batu Zircon (Yakut):

Komposisi batu Zircon adalah zirconium silicate (ZrSiO4). Batu ini memiliki tingkat kekerasan 6,5 sampai 7,5 skala Mohs. Batu Zircon juga bisa dengan mudah dikenali melalui pembiasan gandanya; ketika dilihat, efek pembiasannya menggandakan sisi facet-nya. Batu ini juga memiliki indeks bias yang relatif tinggi berkisar antara 1,810 sampai 2,024, dan kepadatan yang berkisar antara 3,93 sampai 4,73. Batu Zircon juga memiliki rating dispersi yang cukup tinggi, menunjukkan kecemerlangan yang sebanding dengan Berlian (Diamond). Kebanyakan batu Zircon juga memiliki fenomena Pleochroism, yaitu warnanya terlihat berbeda ketika diamati dari sudut yang berbeda, terutama dengan cahaya terpolarisasi.

Warna batu Zircon dalam bentuk yang paling murni adalah benar-benar tidak berwarna (putih bening), tetapi karena adanya jejak-jejak lainnya, batu ini bisa memiliki berbagai warna yang menarik seperti kuning, oranye, merah, hijau, biru, ungu, coklat, dan kombinasi di antaranya. Yang berwarna kuning-coklat, oranye, merah, dan yang tak berwarna atau putih bening adalah yang paling umum. Warna biru adalah yang paling populer, tapi warnanya diperoleh melalui proses treatment dari batu Zircon yang berwarna coklat, biasanya dari Kamboja dan Myanmar. Yang berwarna biru menengah sampai tua memiliki nilai yang tinggi. Yang berwarna hijau sangat langka dan biasanya sangat mahal.

Secara umum, batu Zircon memiliki Clarity atau tingkat kejernihan Transparent (tembus cahaya tanpa difusi berlebihan atau mungkin memiliki rutile berwarna hitam atau cokelat kemerah-merahan atau inklusi lainnya) sampai Translucent (tembus cahaya tapi tidak transparan). Batu Zircon dengan efek mata kucing atau Cat’s Eye (Chatoyancy) memang ada, tapi sangat jarang. Ketika dipoles, batu ini akan menunjukkan kemilau seperti kaca.

Kebanyakan batu Zircon yang beredar di pasaran tidak melalui proses treatment. Namun, beberapa varietas yang berwarna coklat, yang sebagian besar ditemukan di Asia Tenggara, mungkin akan melalui proses treatment Heated (batu dipanaskan pada suhu yang tinggi untuk meningkatkan warna dan kejelasannya) untuk menghasilkan batu Zircon yang berwarna biru. Warna-warna ini tidak selalu stabil, karena sinar ultraviolet atau sinar matahari dapat menyebabkan perubahan atau hilangnya warna. Warna mawar dan oranye mawar dari Tanzania, dan oranye sampai oranye coklat dari Cambodia adalah warna asli tanpa peningkatan atau treatment. Yang berwarna kuning keemasan kadang-kadang telah melalui proses treatment.

Batu Zircon termasuk ke dalam kelompok besar mineral yang dikenal sebagai Neosilicate yang mengandung silikon dan oksigen dalam komposisinya. Kelompok Neosilicate ini juga termasuk varietas Beryl dan Garnet, Andalusite, Kyanite, Olivine (Peridot), Tanzanite, Topaz, Tourmaline, dan Quartz. Zircon juga merupakan bijih utama dari Zirconium, logam berkilau putih-abu-abu yang mirip seperti Titanium.

Seperti halnya batu Safir (Sapphire) dan Tourmaline, batu Zircon juga sering diperdagangkan menggunakan nama warnanya, seperti Blue Zircon, Golden Zircon, dan White Zircon. Ada juga beberapa nama dagang yang digunakan saat ini untuk warna tertentu. Beberapa nama populer seperti “Hyacinth” – nama yang pernah digunakan untuk batu Zircon berwarna kuning dan emas. Yang berwarna emas sampai merah coklat mungkin juga diperdagangkan dengan nama “Jacinth”. Dalam beberapa kasus, Blue Zircon diperdagangkan dengan nama “Starlight Zircon”. “Jargon” adalah nama lain yang merujuk ke batu Zircon dengan warna kuning pucat sampai mendekati tak berwarna atau putih bening. Yang berwarna hijau atau Green Zircon terkadang juga dipasarkan dengan nama “Metamict Zircon”.

Gambar Batu Zircon (Yakut) 03

Lokasi Penambangan Batu Zircon (Yakut):

Batu Zircon adalah mineral tertua di bumi; sampel tertua yang ditemukan bahkan lebih tua daripada bulan. Kebanyakan deposit batu Zircon adalah aluvial. Sri Lanka adalah sumber yang dikenal menghasilkan batu Zircon berwarna hijau, yang Low. Batu Zircon juga ditemukan di Burma (Myanmar) yang paling banyak, dan yang paling terkenal adalah di Cambodia. Australia memiliki deposit tertua yang berumur lebih lebih 4,4 miliar tahun. Sumber-sumber penting lainnya bisa ditemukan di Brazil, Korea, Madagascar, Mozambique, Nigeria, Tanzania, Thailand, dan Vietnam.

Penggunaannya Sebagai Perhiasan:

Batu Zircon tergolong rapuh dan sensitif terhadap benturan dan tekanan sehingga harus menggunakan desain perhiasan yang sifatnya melindungi batu tersebut, atau penggunaannya yang dibatasi hanya sesekali saja. Namun, batu ini memiliki tingkat kekerasan dan daya tahan yang cukup baik. Kebanyakan batu Zircon adalah berukuran kecil, beberapa yang besar langka tapi masih bisa ditemukan. Yang berukuran besar sangat baik untuk desain perhiasan yang “berani”, seperti liontin atau bros yang unik. Blue Zircon sangat populer untuk cincin dan anting-anting, dan yang tak berwarna atau putih bening sering digunakan dalam perhiasan pengantin sebagai pengganti Berlian (Diamond). Karena fleksibilitas dalam ketersediaan warnanya, perhiasan batu permata Zircon ideal bagi laki-laki, perempuan, baik dewasa ataupun anak-anak.

Perawatan Batu Zircon (Yakut):

Batu Zircon tergolong tahan lama dengan tingkat kekerasan yang baik dan Cleavage (kecenderungan kristal untuk pecah terbelah mengikuti struktur kristalnya) yang tidak jelas, namun kerapuhannya bisa menyebabkan patah atau retak, terutama di sepanjang tepian facet yang membutuhkan perawatan ekstra ketika mengatur perhiasan, membersihkan, atau memakainya. Hindari menggunakan pembersih uap (Steam Cleaner) atau pembersih ultrasonik ketika membersihkan permata Zircon dan perhiasannya, terutama dengan batu yang mungkin warnanya telah ditingkatkan melalui proses treatment. Hindari penggunaan pembersih berbahan kimia keras seperti pemutih atau yang mengandung asam. Anda bisa mengusap dengan menggunakan kain atau sikat yang lembut, dan menggunakan sabun ringan jika diperlukan. Pastikan untuk membilas dengan bersih dengan air hangat untuk menghilangkan sisa-sisa residu sabun.

Selalu lepas perhiasan ketika terlibat dalam aktivitas fisik yang berat, seperti melakukan pekerjaan rumah tangga atau berolahraga. Simpan terpisah dengan batu permata lainnya untuk menghindari terjadinya gesekan dan goresan. Simpan dengan cara membungkusnya dengan kain yang lembut atau letakkan di dalam kotak perhiasan yang berlapis kain.

Privacy - Contact - GIA (Gemological Institute of America)
Kami tidak menerima jual/beli batu permata, kami hanya menyediakan referensi kisaran harga saja
© 2015-2016 HargaBatu.com - Daftar Harga Aneka Macam Jenis Batu Mulia/Permata/Akik (Gemstones) (2,835 item + 83 artikel)